Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

Gelombang Demo Berujung Kuliah Daring, UI dan Trisakti Lindungi Mahasiswa

Gelombang Demo Berujung Kuliah Daring, UI dan Trisakti Lindungi Mahasiswa

Shoppe Mall

Dua Kampus Ternama, UI dan Trisakti, Gelar Kuliah Daring Imbas Gelombang Demonstrasi

Jangkauan Jakarta Barat– Gelombang demonstrasi yang melanda sejumlah titik di Ibu Kota tidak hanya menyentuh sektor transportasi dan perdagangan, tetapi juga telah memengaruhi dunia pendidikan secara signifikan. Imbasnya tak hanya dirasakan oleh kalangan pendidikan dasar dan menengah, melainkan juga institusi pendidikan tinggi, baik negeri maupun swasta. Sebagai respons untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan akademik, dua perguruan tinggi ternama, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Trisakti, mengambil langkah proaktif dengan mengalihkan seluruh kegiatan belajar-mengajar (KBM) ke dalam jaringan (daring) untuk sementara waktu.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi dan perlindungan terhadap sivitas akademika dari potensi kericuhan dan ketidakstabilan situasi yang masih terjadi di sekitar kampus dan jalur protes. Keputusan ini menegaskan komitmen kampus untuk tetap menjalankan tri dharma perguruan tinggi tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kenyamanan bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Shoppe Mall

Universitas Indonesia: Belajar dan Bekerja dari Rumah Hingga 4 September

Berdasarkan Surat Edaran Nomor SE-3540/UN2.R/OTL/2025 tentang Bekerja dan Belajar Dari Rumah Bagi Sivitas Akademika di Lingkungan Universitas Indonesia, kampus berlambang Veritas, Probitas, Iustitia ini resmi memberlakukan perkuliahan daring hingga Kamis, 4 September 2025. Surat yang ditandatangani langsung oleh Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, ini mewajibkan seluruh kegiatan akademik dan non-akademik tidak diselenggarakan di kampus hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif.

Gelombang Demo Berujung Kuliah Daring, UI dan Trisakti Lindungi Mahasiswa
Gelombang Demo Berujung Kuliah Daring, UI dan Trisakti Lindungi Mahasiswa

Baca Juga: Luka Jakarta Barat Mulai Disembuh, Forkopimko Pimpin Gotong Royong di Kolong Tol Slipi

Kebijakan ini dirancang sedemikian rupa untuk menyeimbangkan antara keamanan dan keberlangsungan operasional kampus. Beberapa poin penting dalam surat edaran tersebut adalah:

  1. Perkuliahan Daring Penuh: Seluruh Kegiatan Belajar dan Mengajar dilakukan secara daring dari rumah masing-masing pada periode Senin, 1 September 2025 sampai dengan Kamis, 4 September 2025.

  2. Penjadwalan Ulang Kegiatan Praktikum: Kegiatan yang bersifat praktis seperti praktikum dan pemanfaatan laboratorium, yang mustahil dilakukan secara daring, dijadwalkan ulang. Pelaksanaannya akan dilakukan kemudian dengan tetap mempertimbangkan prinsip keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama.

  3. Sistem Kerja Hybrid untuk Karyawan: Kegiatan non-akademik bagi karyawan dilaksanakan dengan skema kerja dari rumah (WFH) dan kerja dari kantor (WFO) dengan pembagian 50:50. Pengaturan jadwalnya dilakukan melalui persetujuan pimpinan unit kerja masing-masing.

  4. Fungsi Kritis Tetap Beroperasi: Petugas keamanan, kebersihan, jaringan IT, panitia wisuda, dan pegawai dengan fungsi-fungsi kritis lainnya diwajibkan tetap bekerja dari kantor untuk memastikan infrastruktur dan keamanan kampus tetap terjaga.

  5. Pimpinan Wajib WFO: Seluruh jajaran pimpinan universitas dan fakultas tetap melaksanakan kegiatan bekerja dari kantor dengan tetap memperhatikan keamanan selama perjalanan menuju dan dari tempat kerja.

Kebijakan yang komprehensif ini menunjukkan kesiapan UI dalam menghadapi situasi darurat dengan memanfaatkan teknologi digital sekaligus memastikan bahwa layanan esensial kampus tetap berjalan.

Universitas Trisakti: Kampus “Reformasi” Tingkatkan Penjagaan, Perkuliahan Daring Hingga 6 September

Bergema solidaritas yang sama, Universitas Trisakti—kampus yang memiliki catatan sejarah panjang dalam gerakan reformasi—juga mengambil langkah serupa. Melalui pengumuman di laman Instagram resminya yang melampirkan Surat Pengumuman Nomor 1671/AU.00.04/USAKTI/R/VIII/2025, kampus ini menyatakan akan melaksanakan seluruh kegiatan akademik secara daring.

Rektor Universitas Trisakti, Prof. Kadarsah Suryadi, menyampaikan bahwa meskipun perkuliahan dialihkan ke daring, keamanan kampus tidak akan diabaikan. Kampus A, B, dan F akan mendapatkan penjagaan dan pengamanan ketat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merugikan dan mengancam aset-aset kampus.

Mahasiswa Trisakti akan menggelar perkuliahan daring selama seminggu penuh, hingga Sabtu, 6 September 2025—lebih lama dua hari dibandingkan dengan kebijakan UI. Sementara itu, bagi dosen dan tenaga pendidik, diberikan fleksibilitas untuk menyelenggarakan kegiatan secara luring maupun daring. Keputusan ini disesuaikan dengan kebutuhan akademik dan kebijakan lebih lanjut dari pimpinan unit masing-masing, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi keamanan.

Refleksi: Adaptasi dan Ketanggagan Pendidikan Tinggi di Tengah Gejolak

Keputusan yang diambil oleh UI dan Trisakti ini bukanlah yang pertama kalinya. Sejak pandemi Covid-19, sistem pembelajaran daring telah menjadi sebuah new normal yang terbukti feasible untuk dijalankan. Namun, konteksnya kali ini berbeda; darurat kesehatan telah bergeser menjadi darurat keamanan sipil.

Langkah dari kedua kampus papan atas ini mencerminkan beberapa hal:

  1. Prioritas pada Keselamatan: Kedua institusi menempatkan keselamatan dan keamanan sivitas akademika sebagai nilai yang non-negotiable.

  2. Ketanggapan Digital: Pengalaman selama pandemi telah mematangkan infrastruktur dan metode pembelajaran daring, memungkinkan kampus untuk beralih dengan cepat dan efektif tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran secara signifikan.

  3. Fleksibilitas dan Manajemen Krisis: Kebijakan yang dikeluarkan tidak kaku. UI dan Trisakti menunjukkan kemampuan manajemen krisis dengan membuat pengecualian dan pengaturan khusus untuk fungsi-fungsi kritis dan kepemimpinan, memastikan bahwa kampus tidak sepenuhnya “lockdown” tetapi tetap “hidup” dan terlindungi.

Diharapkan, langkah antisipatif ini dapat meminimalisir dampak negatif dari gejolak sosial yang terjadi dan memberikan ketenangan bagi seluruh civitas akademika. Kedua kampus berharap situasi dapat segera kembali normal sehingga aktivitas akademik tatap muka yang lebih optimal dapat kembali dilaksanakan. Sembari menunggu kondusivitas, dunia pendidikan tinggi kembali membuktikan ketangguhannya dengan beradaptasi melalui layar-layar komputer.

Shoppe Mall