Harimau Jawa Dinyatakan Punah Sejak 1980-an, Kini Diduga Muncul Lagi?
Jangkauan Jakarta Barat — Harimau Jawa Dinyatakan Punah selama puluhan tahun dianggap hanya tinggal nama. Spesies kucing besar endemik Pulau Jawa ini dinyatakan punah oleh para ahli sejak 1980-an akibat perburuan liar, rusaknya habitat, dan minimnya upaya konservasi saat itu. Namun baru-baru ini, isu kemunculan kembali Harimau Jawa kembali mengemuka — memunculkan harapan, sekaligus tanda tanya besar.
Apakah mungkin sang raja rimba Jawa itu masih hidup, bersembunyi jauh di hutan-hutan yang tak terjamah manusia?
Laporan Penampakan Terus Muncul
Beberapa warga di wilayah selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah mengaku melihat sosok besar mirip harimau dengan loreng khas. Salah satu laporan paling viral datang dari Garut pada pertengahan 2025 lalu, ketika seorang petani mengaku melihat “kucing besar” melintas di perkebunan kopi.
“Kami masih memverifikasi. Citra yang terekam menunjukkan pola loreng, tubuh berukuran sedang, ekor panjang — mirip deskripsi Harimau Jawa. Tapi bisa juga itu macan tutul atau spesies lain,” ujar seorang peneliti dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat.
Baca Juga: Pesawat Air India Ditabrak Burung, Tetap Terbang meski Mesin Rusak
Apakah Harimau Jawa Benar-benar Punah?
Namun banyak ahli berpendapat, pengumuman “kepunahan” tidak selalu berarti tidak ada satu pun individu tersisa.
“Dalam dunia konservasi, ada istilah ‘extinct in the wild’ dan ‘functionally extinct’. Bisa jadi masih ada individu liar, tapi jumlahnya terlalu kecil untuk berkembang biak,” ujar Dr. Bambang Ario, ahli zoologi Universitas Gadjah Mada.
Ia menyebut bahwa karena Jawa punya wilayah pegunungan dan hutan hujan yang belum sepenuhnya terjamah, masih ada peluang kecil spesies ini bertahan tanpa terdeteksi.
Macan Tutul vs Harimau Jawa: Rentan Salah Identifikasi
Banyak laporan warga sering kali rancu membedakan antara macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) dan harimau. Padahal, keduanya berbeda jauh, meski sama-sama predator besar.
Macan tutul memiliki bintik-bintik hitam dan tubuh lebih ramping, sementara harimau memiliki garis loreng khas. Namun dari jarak jauh, perbedaan ini bisa kabur, apalagi dalam kondisi hutan lebat atau malam hari.
“Kalaupun harimau itu benar masih ada, yang paling penting sekarang adalah menjaga habitatnya. Jangan sampai dia muncul sebentar lalu hilang untuk selamanya,” tegas aktivis lingkungan dari Yayasan Alam Lestari.






