Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Desa Labuhan Bontong Sumbawa Diterjang Banjir Bandang dan Rob, 240 Rumah Terendam

Desa Labuhan Bontong Sumbawa
Shoppe Mall

Desa Labuhan Bontong Sumbawa Diterjang Banjir Bandang dan Rob, 240 Rumah Terendam

Jangkauan Jakarta Barat – Desa Labuhan Bontong yang terletak di pesisir Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), diterjang banjir bandang dan banjir rob yang terjadi secara bersamaan pada Senin malam (22/1). Sebanyak 240 rumah warga terendam air, sementara lebih dari 1.000 orang terdampak bencana ini. Kejadian ini menjadi bencana ganda bagi warga desa, yang harus menghadapi dampak dari kedua fenomena alam yang datang silih berganti.

Menurut laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, banjir bandang yang terjadi pada malam hari dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Sumbawa selama 48 jam berturut-turut. Hujan lebat mengakibatkan sungai-sungai di sekitar desa meluap, sementara air laut yang pasang tinggi menyebabkan banjir rob di pesisir. Kombinasi kedua fenomena ini membuat sebagian besar desa terendam dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah.

Shoppe Mall

Kronologi Kejadian

Banjir bandang terjadi pada malam hari sekitar pukul 22.00 WITA. Dalam waktu singkat, debit air dari sungai yang meluap merendam pemukiman warga, membawa serta material seperti tanah, kayu, dan kerikil yang menggenangi jalan-jalan utama di Desa Labuhan Bontong. Beberapa rumah yang terletak lebih dekat dengan sungai rusak parah, sementara rumah-rumah lainnya terendam hingga ketinggian 1 meter.

Hujan yang tak kunjung reda membuat desa ini semakin terjebak dalam pusaran bencana. Sekitar pukul 02.00 WITA, pasang air laut yang tinggi menyusul datangnya banjir rob, memperburuk kondisi. Warga yang sudah terjebak banjir bandang pun harus menghadapi genangan air laut yang masuk ke dalam rumah mereka, menambah penderitaan yang sudah mereka rasakan.

“Pagi-pagi sudah kebanjiran. Kami sempat keluar rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, tapi airnya terus naik. Ada rumah yang atapnya rusak, dan barang-barang kami banyak yang hanyut terbawa air,” ujar Jamilah, salah seorang warga yang rumahnya terendam di RT 3 Labuhan BontongBerita Terkini Harian Rumah Terbaru Hari Ini - Kompas.com

Baca Juga: Ekspresi Kagum Kepala BGN Dadan Hindayana Lihat SPPG di Perbatasan

Dampak Kerusakan dan Korban

Banjir bandang dan rob ini mengakibatkan kerusakan cukup parah di Desa Labuhan Bontong. Selain 240 rumah yang terendam, sejumlah fasilitas umum seperti jembatan, tempat ibadah, dan pasar tradisional juga tidak luput dari terjangan air.

BPBD Sumbawa melaporkan bahwa hampir seluruh wilayah desa mengalami kerusakan infrastruktur. Beberapa jalan utama yang menghubungkan Desa Labuhan Bontong dengan pusat kota Sumbawa terputus, membuat evakuasi warga menjadi lebih sulit.

“Sekitar 240 rumah rusak, dan banyak fasilitas publik yang juga terdampak. Kami juga sedang memverifikasi jumlah kerugian materiil lainnya. Beberapa warga masih terisolasi karena akses jalan yang terputus. Kami juga sedang menyiapkan tenda pengungsian dan bantuan darurat,” kata Agus Salim, Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa.

Upaya Penanggulangan dan Bantuan

Segera setelah kejadian, tim dari BPBD Sumbawa, Polisi, TNI, dan relawan kemanusiaan mulai turun tangan untuk membantu evakuasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

Warga yang mengungsi sebagian besar berada di balai desa, rumah keluarga, dan beberapa tempat yang lebih tinggi di sekitar desa.

Selain bantuan material, pihak Kementerian Sosial melalui BPBD juga berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk memeriksa kondisi kesehatan warga yang terpapar air banjir, guna menghindari kemungkinan terjadinya penyakit akibat air yang terkontaminasi.

“Tim medis sudah berada di lokasi, dan kami sedang memfokuskan pada kesehatan para pengungsi. Beberapa warga terpapar air yang keruh, jadi kami khawatir akan ada risiko penyebaran penyakit,” ujar Dr. Ilham, seorang dokter yang ikut serta dalam upaya tanggap darurat.

Desa Labuhan Bontong Sumbawa Pemulihan Jangka Panjang

Banjir bandang dan rob ini semakin memperburuk situasi sosial-ekonomi di Desa Labuhan Bontong, yang sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian dan perikanan. Kebun dan ladang yang terendam air membuat banyak petani gagal panen, sementara nelayan juga kesulitan melaut karena gelombang yang tinggi dan kerusakan fasilitas pelabuhan.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berjanji akan segera melakukan langkah-langkah pemulihan dalam waktu dekat. Langkah pertama adalah melakukan pembersihan material dan perbaikan sementara untuk akses jalan agar distribusi bantuan bisa lancar. Selain itu, pihak berwenang juga akan melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir.

“Saat ini kami masih fokus pada pemulihan dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Ke depan, kami akan bekerjasama dengan berbagai instansi terkait untuk membangun kembali desa ini dan mengurangi risiko bencana serupa,” kata Bupati Sumbawa, Muchtar Ali.

Shoppe Mall