Banjir Semarang Hanya Turun 3 cm, Pemerintah Kerahkan 5 Pompa Anyar Berkapasitas 2.000 L/detik
Jangkauan Jakarta Barat – Banjir Semarang Hanya Turun Meski upaya penanganan telah digencarkan, banjir yang melanda kawasan Kota Semarang, terutama di sepanjang daerah Pantura dan Kaligawe-Demak, hingga kini belum menunjukkan penurunan signifikan. Data lapangan menunjukkan bahwa elevasi air baru berkurang sekitar 3 sentimeter hingga pagi tadi — jauh dari target “segera kering”. Untuk mempercepat proses surut, Pemkot Semarang bersama Pemprov Jawa Tengah telah mengerahkan lima unit pompa baru dengan kapasitas masing-masing 2.000 liter per detik.
Kondisi dan Penanganan Terbaru
Pada Rabu pagi, kawasan seperti Kecamatan Gayamsari (Tambakrejo), Pedurungan dan Tlogosari dilaporkan masih tergenang dengan ketinggian air berkisar antara 30-40 cm. Kondisi ini menghambat aktivitas lalu lintas, terutama kendaraan kecil dan motor yang tidak bisa melintas dengan aman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Suwarto, menyebut bahwa DPU telah mengaktifkan seluruh pompa yang dimiliki dan menambahkan unit-unit mobile pump. Termasuk di antaranya pompa berkapasitas besar yang digunakan di titik rawan.
Di sisi Pemprov Jateng, mereka telah menambah pompa hingga delapan unit di beberapa titik kritis seperti Kali Tenggang, Kali Sringin dan Terboyo. Kapasitas penyedotan total kini diperkirakan mencapai 1.900 liter per detik (LPS) setelah penambahan dua unit.
Salah satu laporan lokal menyebut bahwa di beberapa titik Rumah Pompa di Kali Sringin dan Tenggang memiliki unit pompa baru berkapasitas hingga 2.000 liter per detik masing-masing.
Baca Juga: Lahan Kosong Tempat Pengacara Dikeroyok dan Ditembak di Tanah Abang Dipasangi Garis Polisi
Tantangan Sebab Penurunan Lambat
Beberapa faktor yang menyebabkan banjir sulit surut dengan cepat:
Pompa belum semua aktif atau kondisi pompa lama banyak bermasalah.
Sistem pembuangan air ke laut atau kolam retensi belum optimal. Meski kolam retensi di Terboyo dan Sriwulan telah tersedia, instalasi pompa pembuangan belum seluruhnya terpasang lengkap.
Faktor hujan lebat dan rob/gelombang pasang laut ikut memperlambat aliran keluar air — kombinasi yang membuat penanganan genangan menjadi kompleks di Semarang.
Sedimentasi dan kondisi saluran sungai yang menurunkan kapasitas aliran juga disebut sebagai masalah jangka panjang yang belum sepenuhnya tertangani.
Dampak bagi Warga dan Aktivitas
Banyak warga yang masih terjebak dalam genangan di area rumah maupun jalan. Aktivitas sekolah dan kerja pagi ini terkendala karena kendaraan motor sulit melintasi ruas tergenang.
Banjir Semarang Hanya Turun Langkah selanjutnya dan yang Diperlukan
Pemkot dan Pemprov akan terus menambah pompa dan mempercepat pemasangan unit baru. Ke depan, instalasi pompa akan ditingkatkan non-stop 24 jam agar penyedotan air maksimal
Pembangunan dan perbaikan saluran sungai, pengurangan sedimentasi dan peningkatan kapasitas aliran menjadi prioritas dalam rencana jangka panjang.
Warga diimbau tetap waspada terhadap hujan lebat dan potensi banjir susulan — terutama di kawasan rendah dan tepi pantai.
Kesimpulan
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun upaya teknis sedang dilakukan, masih banyak tantangan struktural dan sistemik yang harus diatasi.






