Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall

70 Rumah di Muara Angke Terdampak Pembangunan Tanggul Rob, Warga Minta Kompensasi

70 Rumah di Muara
Shoppe Mall

70 Rumah di Muara Angke Pembangunan Tanggul di Muara Angke

Jangkauan Jakarta barat – 70 Rumah di Muara Angke Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pemerintah provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta (SDA) sedang melaksanakan proyek pembangunan tanggul mitigasi banjir rob. Proyek ini merupakan bagian dari upaya jangka menengah untuk menangani genangan air laut yang rutin masuk ke permukiman pesisir di kawasan tersebut. 
Proyek ini memiliki spesifikasi: panjang sekitar 1,4 km untuk tahap pertama, elevasi tanggul ditargetkan hingga +2,5 meter dari permukaan laut, lebih tinggi dari elevasi eksisting kawasan yang hanya ±1,8 meter.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini berdampak terhadap permukiman di sekitar lokasi. Sebanyak 70 rumah di RW 01 dan RW 22 ditandai sebagai “melewati Garis Sempadan Bangunan (GSB)” dan area depannya harus dirapikan atau dibongkar sebagian untuk memberi ruang pembangunan.

2. Dampak terhadap Pemukiman & Respons Warga

Dampak nyata:

Shoppe Mall

Sekitar 70 rumah dilaporkan “dibongkar” atau “dirapikan” untuk memberi ruang bagi pembangunan tanggul/peninggian badan jalan.

Pemerintah menyatakan bahwa 282 bangunan rumah terdampak proyek ini, namun relokasi tidak akan dilakukan karena tanggul dibangun di atas badan jalan eksisting, bukan menggusur penduduk ke lokasi baru.

Warga menceritakan bahwa banjir rob sering masuk ke rumah mereka bahkan saat tertidur, menunjuk urgensi proyek mitigasi ini.

Respons warga:

Beberapa warga menyatakan mereka rela untuk mendukung proses pembangunan tanggul setelah diberikan sosialisasi; contohnya seorang warga bernama Juna mengatakan:

Saya mendukung karena rumah memakan jalanan, kita harus mengertilah.”

Namun, terdapat juga hambatan dari sisi musyawarah warga yang memperlambat proses, seperti yang diungkap oleh Gubernur DKI:

“Kendala utamanya sebenarnya salah satunya adalah musyawarah dengan warga. Karena saya selalu menyampaikan … pendekatan ke warga itu betul‑betul harus dilakukan.” Banjir Rob di Muara Angke Jakut, Pemkot Minta Sudin SDA Rutin Bersihkan  Saluran Air

Baca Juga: Prabowo Kembali Panggil Menteri di Hari Libur, Apa yang Dibahas?

3. 70 Rumah di Muara Isu Kompensasi dan Permintaan Warga

Meskipun banyak laporan tentang rumah yang terdampak (70 untuk pembongkaran depan bangunan, 282 seluruhnya terkena proyek), belum banyak laporan terbuka yang menyebutkan warga secara resmi menuntut kompensasi ganti rugi untuk kehilangan atau perapihan bagian depan rumahnya.
>Pemerintah menjelaskan bahwa proyek tidak melakukan relokasi penuh dan penggunaan lahan tetap di badan jalan eksisting, sehingga tidak memasuki konsep pembongkaran besar‑besaran atau relokasi warga ke tempat lain. 
Namun, dari sisi warga, permintaan yang muncul lebih bersifat:

Perbaikan infrastruktur (contohnya jalan yang tertinggal atau rusak akibat rob) yang juga menjadi bagian dari dampak proyek dan kawasan rob.

Kepastian bahwa hak tinggal atau hak atas rumah tidak terganggu atau terabaikan dalam proses pembangunan.

4. 70 Rumah di Muara Analisis: Tantangan dan Peluang

Tantangan:

Proses musyawarah warga menjadi kendala utama dalam pelaksanaan proyek; pendekatan yang tidak cukup humanis dapat menimbulkan resistensi atau ketidakjelasan terhadap hak warga.

Peluang:

Lakukan pemantauan pasca‑proyek: setelah tanggul selesai, apakah mekanisme penanggulangan rob dan drainase bekerja baik? Apakah warga masih terdampak negatif?

Shoppe Mall