6 Penambang Tewas di Bangka, PT Timah Sebut Aktivitas Tak Berizin
Jangkauan Jakarta Barat – 6 Penambang Tewas buah tragedi mengerikan terjadi di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang melibatkan kecelakaan di lokasi penambangan timah. Enam penambang dilaporkan tewas setelah terjebak dalam longsoran tanah yang terjadi pada Selasa (2/2) siang. Insiden ini terjadi di area penambangan yang tidak memiliki izin resmi, yang mengundang perhatian publik dan menambah deretan panjang kecelakaan terkait penambangan liar di kawasan tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, korban yang terdiri dari enam orang pekerja tambang tradisional sedang menggali di salah satu lokasi yang dikenal rawan longsor. Tanah yang tidak stabil di sekitar area galian menyebabkan tanah ambruk dan menimbun para penambang yang sedang bekerja di dalam lubang tambang. Proses evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR setempat memakan waktu cukup lama, dan meskipun upaya penyelamatan dilakukan, para korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun longsoran tanah.
Pernyataan PT Timah: Aktivitas Tambang Tak Berizin
Pihak PT Timah, perusahaan tambang terbesar di Bangka Belitung, langsung memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. PT Timah menegaskan bahwa lokasi kecelakaan tersebut tidak termasuk dalam area penambangan yang dioperasikan oleh perusahaan, melainkan merupakan aktivitas penambangan ilegal yang dilakukan oleh individu atau kelompok penambang tanpa izin resmi.
“PT Timah ingin menegaskan bahwa kejadian ini terjadi di luar area operasi resmi kami. Aktivitas penambangan yang dilakukan oleh kelompok ini tidak memiliki izin dan beroperasi tanpa memperhatikan standar keselamatan yang berlaku,” ungkap Agus, salah satu perwakilan dari PT Timah, dalam konferensi pers yang diadakan setelah kejadian.
Agus juga menambahkan bahwa pihak perusahaan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwajib untuk menindak tegas praktik penambangan ilegal yang kerap berisiko bagi keselamatan para pekerja dan merusak lingkungan. PT Timah mengaku akan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penambangan yang sah dan aman serta memastikan agar kegiatan penambangan di wilayah yang mereka operasikan dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku
Baca Juga: Istana Nyatakan Prabowo Tak Marah Lihat IHSG Anjlok
Penambangan Ilegal: Masalah Lama yang Terus Menerus
Kecelakaan yang merenggut enam nyawa penambang ini bukanlah kejadian pertama terkait penambangan ilegal di Bangka Belitung. Meskipun sudah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan perusahaan terkait untuk menertibkan praktik penambangan ilegal, masalah ini terus berlanjut dan menjadi ancaman serius, baik dari segi keselamatan kerja maupun kerusakan lingkungan.
Penambangan timah ilegal seringkali dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat yang tidak memiliki akses ke penambangan resmi, tetapi berupaya mencari nafkah dengan menggali tanah secara tradisional. Namun, kegiatan ini sering kali dilakukan tanpa memperhatikan prosedur keselamatan yang tepat, mengingat tidak ada pengawasan yang memadai dari pihak berwenang.
Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung, kecelakaan di lokasi penambangan ilegal telah memakan banyak korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir. Selain longsor, penambangan liar juga menyebabkan risiko lainnya, seperti kebakaran, pencemaran lingkungan, dan kerusakan ekosistem.
Pemerintah Berjanji Bertindak Tegas
Menanggapi insiden tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) provinsi menyatakan kesedihannya atas tragedi ini dan berjanji untuk segera meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap penambangan ilegal. Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, menyampaikan bahwa pihaknya telah memerintahkan pihak kepolisian dan instansi terkait untuk melakukan razia besar-besaran terhadap aktivitas penambangan ilegal.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Tidak hanya karena jatuhnya korban, tetapi juga karena ini menunjukkan adanya masalah yang lebih besar terkait penambangan ilegal di daerah ini. Kami akan segera mengambil langkah-langkah tegas untuk memberantas kegiatan penambangan yang tidak berizin,” ujar Gubernur Erzaldi dalam sebuah pernyataan resmi.
Pemerintah provinsi juga akan berupaya memberikan bantuan kepada keluarga korban, termasuk santunan dan dukungan lainnya. Selain itu, upaya peningkatan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya penambangan ilegal dan pentingnya mematuhi aturan yang ada juga akan menjadi fokus utama.






